[Blogtour+Giveaway] Holy Mother by Akiyoshi Rikako

cw59yreuaaa3a7

Judul: Holy Mother
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Haru
Tahun Terbit: Oktober 2016
Jumlah Halaman: 277
ISBN: 9786027742963
Blurb:

Terjadi pembunuhan mengerikan terhadap seorang anak laki-laki di kota tempat Honami tinggal. Korban bahkan diperkosa setelah dibunuh.

Berita itu membuat Honami mengkhawatirkan keselamatan putri satu-satunya yang dia miliki. Pihak kepolisian bahkan tidak bisa dia percayai.

Apa yang akan dia lakukan untuk melindungi putri tunggalnya itu?

*

Seperti halnya kebanyakan novel detektif, awalnya saya pikir Akiyoshi Rikako mengajak pembaca menebak siapa yang merupakan pembunuh dalam kasus yang sedang diselidiki pihak kepolisian. Nyatanya, pembaca diajak untuk lebih memahami bagaimana para detektif itu bekerja hingga sampai pada kesimpulan mengenai pihak-pihak yang mungkin menjadi tersangka. Tidak cukup hanya logika dan cara berpikir yang tepat, rasanya sama dengan profesi lain, diperlukan juga intuisi yang kuat. Apalagi si pembunuh bekerja dengan sangat rapi, nyaris tidak ada jejak. NYARIS. Karena ingat, tidak ada kejahatan yang sempurna. Pasti ada jejak yang tertinggal. Sekecil apa pun.

Dibanding usaha untuk menebak siapa pembunuhnya, saya lebih menikmati membaca (atau menonton) yang seperti Holy Mother ini. Pembunuh sudah diungkap kepada pembaca sedari awal. Begitu saja. Sisanya, pembaca diajak menyaksikan perlombaan antara detektif dengan pembunuh. Siapa yang lebih dulu: para detektif berhasil membuktikan tokoh A sebagai tersangka, atau si pembunuh berhasil melakukan kejahatan berikutnya? Keberhasilan salah satu pihak, akan membuat pihak lain (termasuk pembaca) merasa kesal. Supaya tidak menjadi pembaca yang kesal, pandai-pandailah menemukan petunjuk yang bertebaran. Haha.

“Apakah tidak ada barang yang lebih mencurigakan? Misalnya barang-barang yang memiliki bekas darah, atau rambut manusia.”
–hal. 180

Pertanyaan saya mengenai pemilihan judul novel terjawab di banyak bagian. Terlepas dari kisah kejahatan yang terjadi di sebuah kota dan usaha untuk mengungkap kasusnya, Holy Mother merupakan kisah manis tentang hubungan ibu dan anak. Usaha Honami untuk bisa memiliki anak diberikan porsi yang sangat besar. Melalui flashback, Honami bercerita mengenai usahanya untuk hamil hingga mencoba bayi tabung. Dua kali keguguran di usia kehamilan sepuluh minggu, pengorbanan fisik, kejiwaan, dan keuangan, membuat saya merasa wajar saja jika Honami berusaha mati-matian, melakukan segalanya untuk melindungi anak yang akhirnya berhasil ia lahirkan.

“Karena anak ini akhirnya datang dalam kehidupannya. Hari itu, Honami bersumpah, ‘Karena itu aku harus melindungi anak gadisku.'”
–hal. 235

Jalinan cerita mengenai usaha detektif, si pembunuh, dan Honami diakhiri dengan sebuah ledakan yang keberadaan ‘bomnya’ tidak kita sadari. Ya gimana ya, cerita mengalir halus dan melenakan, membuat saya lupa mempertimbangkan beberapa hal sebagai petunjuk penting. Ini bikin kesal, in a good way tentunya. Sebagai pencinta fiksimini alias flash fiction yang terbiasa dengan twisted ending, saya merasa gagal. Halah.

Yang namanya twist memang seharusnya out of the box, dan penulis berhasil menyajikan kejutan yang tidak terduga maka saya sangat merekomendasikan Holy Mother untuk para pencinta fiksimini/flash fiction di luar sana. Kalau kalian biasanya membaca fiksimini di Twitter, ini ada novel sepanjang 277+ halaman. Nikmati aliran kisahnya, perhatikan petunjuk-petunjuknya, lalu bersiaplah dengan ledakan di belakangnya.

Mari beri 4 bintang untuk Akiyoshi Rikako, Holy Mother, dan Andry Setiawan (penerjemah). *tepuk tangan*

__

GIVEAWAY!!

cw0u5srveaaj3usga

Penerbit Haru dan saya mempersembahkan satu eksemplar Holy Mother untuk kalian yang beruntung melalui giveaway berikut ini. Simak dulu tata caranya:

1. Follow  @penerbitharu dan @mandewi di Twitter. *ketjup*
2. Bagikan info giveaway ini lewat berbagai media. Bebas. Jangan lupa tagar #HolyMother
3. Pertanyaan: “Ceritakan sifat/karakter/kejadian unik (dengan) ibu kalian yang menurut kalian merupakan bentuk perhatian.”
4. Jawab pertanyaan tersebut di kolom komentar dengan format:
Nama:
Akun media sosial yang aktif: (Twitter/Instagram/Facebook)
Jawaban:
5. Saya tunggu jawaban kalian sampai hari Sabtu, 19 November 2016 pukul 22.30 WIB.

Holy Mother recommended banget buat pencinta  cerita detektif, thriller, dan fiksimini. Jadi, jangan ragu untuk ikut giveaway #HolyMother yang diadakan serentak di lima blog sebagaimana tercantum di banner.

Terakhir, mari mengingat ibu. ❤

***

Advertisements

43 thoughts on “[Blogtour+Giveaway] Holy Mother by Akiyoshi Rikako

  1. Nama : Khaerunnisa
    Akun yang aktif :
    twitter :NhisaMinoz75
    Facebook : nisa minoz
    jawaban : karakter ibu saya itu orangnya bawel, cerewet, ini itu dikritik, negativ thinking mulu sama anaknya, penyayang, perhatian, kuat, tegar dan baperan, tapi di dibalik semua itu saya tau itu bentuk cinta dan perhatiaanya kepada saya. Saat ibu saya bawel saya tau dia cuman mau diperhatiin sama anaknya, saat ibu saya cerewet dia hanya ingin menunjukkan kalau dia itu gak cuek sama kita, saat ibu saya selalu menkritik saya dia hanya ingin menunjukkan bahwa yang saya lakukan itu kurang baik, saat ibu saya baperan dia hanya ingin menunjukkan bahwa dia itu pengen di peduliin juga,
    kenapa saya mengatakan ibu saya kuat dan tegar karena ibu saya adalah wonder woman buat kami, ayah sekaligus ibu buat kami, teman buat kami. Selalu disisi kami kapan pun. Gak pernah lelah buat nasehatin kami, selalu sabar menghadapi kami saat kami bawel. Ahh jadi baper kalau ngebahas tentang ibu cuman mau bilang aja Love you ummi :*

    Like

  2. NAma : Ziyyanah walidah
    Twitter/instagram: zizin_alhamid

    Ibuku itu orangnya cuek banget kayak bebek. ibuku menunjukan kasih sayang kepada anaknya itu lewat perhatian dan perlakuan bukan lewat omongan. Tapi terkadang ibuku itu bawelnya minta ampun kalau ada anaknya yang melakukan kesalahan pasti dinasehati ngalor ngidul.

    Kejadian unik tentang aku dan ibuku:

    Ulang tahunku dan ibuku hanya berselang 1 hari ibuku 14 Februari aku 15 Februari. LAh aku kan lagi menempuh pendidikan jadi nggak tinggal sama ibu. Waktu itu pas ulang tahunnya ibuku, Aku hanya bisa mengiriminya pesan lewat whatsup. Aku masih ingat tulisannya “mom, happy birthday. Terima kasih telah menjadi ibuku. Aku sangat bersyukur karena momom lah yang telah menjadi ibuku selama ini. Semoga apa yang dicita2kan selama ini di kabulkan sama Allah SWT. Panjang umur mom, Sehat selalu tunggu aku sukses agar aku bisa membahagiakan momom. Aku sayang momom meskipun aku tidak pernah bilang langsung sama momom. Sekali lagi happy birthday mom. Weloveyou. Dan kalian tahu apa jawaban ibuku setelah panjang lebar aku ngetik ucapan selamat ulang tahun. Hanya 1 huruf “Y” cuek banget kan ibuku. Tapi so sweetnya itu pas tanggal 15 kan ulang tahunku, ibuku itu ngirim gambar yang berisi ucapan selamat ulang tahun sama gambar kado gitu, terus di kasih caption “semangat belajar terus demi meraih cita2mu, masa depan ada di oundakmu. Jangan menyerah”.sungkat padat tapi maknanya luas ngena di hati. Ibuku memang the best👍 tidak ada tandingannya loveyoumom😘😘

    Liked by 1 person

  3. Nama:
    Akun media sosial yang aktif: Twitter – @hensus91
    Jawaban :

    Sifat unik ibuku, suka sekali mengintip saat aku ada di kamar. Dulu hal itu membuatku risih dan berpikir ibu mengganggu privasiku. Tapi setelah kupikirkan, Ibu melakukannya untuk melihat keadaanku, apa yang kulakukan dan memastikan aku baik-baik saja karena beliau pasti paham sifatku yang tidak suka diganggu saat ada di kamar, atau ada orang yang masuk ke kamar sembarangan.

    bu akan mengintip ke kamarku dan memastikan aku tidak sedang sibuk sebelum mengajakku makan. Ibu akan mengintip ke kamarku dan tersenyum senang saat aku belajar. Ibu akan mengintip ke kamarku dan memastikan tidurku nyaman. Hal terakhir yang paling kusukai, karena Ibu akan berdiri lama di pintu kamar sebelum masuk, membenahi selimut dan posisi tidurku yang sering berantakan karena tertidur saat membaca atau nonton drama. Aku beberapa kali pura-pura tidur karena penasaran bagaimana kamarku rapi setelah kutinggal tidur dengan keadaan entah apa. Dan saat itu lah aku tahu ibu melakukan semuanya. Setelah memastikan aku nyaman, Ibu akan mengecup keningku dan membisikkan doa serta harapan untuk masa depanku. Hal itu sering membuatku menangis terharu walaupun kulakukan setelah Ibu keluar kamar.

    Demikian dan terima kasih 🙂

    Like

  4. Nama: Nurillaiyah
    Twitter: @magnolia2498

    Mama adalah tipe yg gampang akrab sama siapa aja, tapi kalo mama marah seremnya nggak kira-kira. Mama itu juga tipe perempuan yg mengagumkan, beliau bisa membesarkan aku walaupun sendirian.
    Mama itu bertindak sesuai mood nya, kadang baik, kadang diem, kadang bicara nggak pakai titik koma sampai yg denger mabuk suaranya.
    Mama kadang cuek tapi sebenarnya protektif banget. Suatu saat aku pulang sekolah terlambat, sebenarnya paginya udah bilang sama mama soal pulang agak sore. Nggak tau mungkin mama lupa atau gimana, beliau nungguin sampai gelap didepan pintu.
    Mama dengan cepat ngomel-ngomel sama aku. Aku cuma bisa senyum sambil bilang “Kan tadi adek udah bilang pulang sorean ma”. Mama masih aja kesal dan nggak mau denger. Aku bersyukur punya mama yg perhatian seperti mama. Walau kadang mama moody tapi nggak memungkiri mama sosok yg perhatiam banget. Big Luv mama ^_^

    Like

  5. Nama: Raafi
    Twitter: @raafian

    Aku tidak begitu dekat dengan ibuku. Tapi saat tahu ia ingin selalu berfoto denganku dalam setiap kesempatan–apalagi ketika berada dalam satu acara besar atau di sebuah lokasi–aku tahu bahwa itu bentuk perhatiannya padaku karena aku orang yang paling tidak suka melakukan foto bersama. Apakah itu cukup unik?

    Like

  6. nama : Ifah
    facebook : Ifah Hendriyanto

    Ibuku orangnya tidak pandai mengungkapkan perasaan dan cenderung pendiam. Tidak suka ngomel apalagi memperlihatkan perhatiannya ke aku. Bahkan, ketika aku yang baru lulus SMA harus pergi jauh darinya, tak sekali pun nasehat yang keluar dari bibirnya. Dia cukup mempercayaiku dan menganggapku sudah dewasa.

    Hingga aku pikir, aku tidak ingin pulang ke rumah dan memilih tinggal di kos saat liburan. Tapi kemudian aku sadar ketika pertama kali aku pulang setelah tinggal jauh darinya. Tanpa diminta beliau akan membuatkanku masakan kesukaanku. Meski sebatas itu, menurutku itu bentuk perhatian dan kasih sayangnya.

    Like

  7. Nama: Rohaenah
    Twitter: @rohaenah1
    Jawaban: saya marantau di Jakarta mencari uang untuk mencari sesuap nasi dan sebongkah berlian😊. Jadi cuti adalah saat yg paling dinanti untuk pulang ke kampung halaman. Jangan sampai lupa membeli oleh-oleh buat ibu yaitu permen Goli* kesukaannya dan daster batik. Mungkin bukan barang mewah dan mahal tapi ada rasa bahagia saat ibu menyukainya.
    Dan yg pasti kalo mudik,rasanya senang sekali. Bangun tidur tidak grasa grusu siap untuk bekerja rapi bisa menikmati sarapan bersama kedua orang tua. Quality time yg amat berharga bisa berkumpul dengan keluarga. Bagi saya hal itu adalah moment yg langka dan istimewa.

    Like

  8. Nama: Eni Lestari
    Twitter & IG: @dust_pain

    dulu sebelum punya rice cooker, di rumah kalo masak nasi pakai periuk (yang dari tembaga itu) dan diteruskan pakai dandang (yang dari alumunium). kalo ibuku sibuk, kadang aku disuruh masak nasi sendiri. menurutku masak nasi itu gampang sih, jadi aku gak pernah nolak kalo disuruh. pokoknya gak boleh ditinggal aja biar gak gosong. apalagi kalo nasinya mateng, baunya wangi banget. uapnya juga kan konon kabarnya bagus buat kulit muka (yah, walau dulu aku gak tahu tentang ini sih, hahaha).

    nah, entah kenapa dulu ibuku gemar banget nyuruh aku masak nasi. sementara orangnya ngelayap pergi entah ke mana. aku sih gak masalah, karena emang doyan masak nasi. apalagi aku punya kebiasaan makan nasi langsung dari dandang pakai sendok nasi yang dari kayu itu. menurutku makan nasi dari dandang itu enaaaakk banget. sensasinya beda kalo dibandingin makan nasi dari rice cooker.

    suatu hari, ibuku memutuskan beli rice cooker. aku agak kecewa karena gak bisa melakukan kebiasaanku makan nasi langsung dari dandang. tapi aku gak bilang sapa2 sih. kusimpan sendiri aja. tiba2 aja, waktu aku ambil nasi yang baru matang dari rice cooker, ibuku nyeletuk, “kamu emang suka ya makan nasi yang baru mateng.” terus ibuku cerita kalo selama ini sengaja nyuruh aku masak nasi terus biar aku bisa makan nasi langsung dari dandang. soalnya ibuku pernah liat aku lahap banget makan nasinya.

    waktu tahu itu, entah kenapa aku merasa apa yang dilakukan ibuku itu sweet gitu. emang sih pada dasarnya ibuku menyuruhku melakukan sesuatu. tapi ibuku melakukannya bukan dengan paksaan supaya pekerjaannya ringan, tapi karena aku emang suka. kalo dipikir2 ibuku emang aneh, tapi aku suka apa yang dilakukannya 🙂

    Like

  9. Elsita F. Mokodompit
    Twitter: @sitasiska95

    Saya ada kejadian unik tentang mama yang menurutku adalah bentuk perhatian. Saya adalah seseorang yang memiliki sifat ambivert. Ekstrovert dan Introvert di waktu-waktu tertentu. Saya bisa menjadi sangat pendiam jika mau, dan bisa sangat cerewet jika perlu. Saya mudah bergaul dengan siapa saja tapi terkadang juga sulit diajak berbicara. Tapi saya tetap ramah terhadap siapa saja kok 😉
    Sifat saya ini diikuti oleh kesukaan saya membaca buku. Hal yang membuat saya lebih banyak mendekam di rumah daripada hangout di luar. Dan juga karena dulunya sekolah di SMK berasrama, saya juga jadi lebih terbiasa tidak keluar terlalu sering. Hal itu terbawa sampai rumah dan membuat saya lebih banyak berinetraksi dengan keluarga dibanding teman-teman masa kecil. Melihat hal itu, mama saya terkadang menyuruh saya untuk ikut nongkrong nyanyi gitaran di rumah teman saya yang hanya berjarak beberapa meter dari rumah atau bahkan sengaja menyuruh saya membeli sesuatu dan secara khusus meminta teman lama saya (teman masa kecil) yang laki-laki untuk mengantarkan saya pergi. Mungkin beliau takut saya jadi kuper bahkan nanti nggak bisa dekat dengan laki-laki dan ehm… sulit mendapatkan jodoh karenanya :v
    Menurut saya meski tindakan itu tidak perlu karena saya selalu bisa membangun pertemanan dengan siapa saja, itu adalah bentuk perhatian beliau terhadap saya 😀

    Like

  10. Nama: insan gumelar ciptaning gusti
    Akun media sosial yang aktif: Twitter (@san_fairydevil)
    Jawaban: ibu itu cerewet banget. Rempong tapi agak tulalit. Apa ya? Ya ampun, aku nyoba mikir kejadian atau apapun tentang ibu yang ribet kok malah enggak ketemu ya? Yang dilakukan ibu buat nunjukkin perhatiannya hanya hal-hal sepele. Misal masak buat sarapan, nemenin tidur waktu aku lagi sakit (padahal aku udah kuliah), nasehatin waktu habis berantem dan nangis. Ya hal-hal kayak gitu. Hal-hal sederhana tapi berarti.

    Kalo hal lucu aku buat ibu ada nih yang keinget. Dulu watu aku SD kelas 2, aku suka yg namanya main masak-masakan. Nah ada rumput yg bentuknya kayak padi, terus ku bilang gini ke ibu, “Bu, enggak usah beli beras lagi. Aku carikan padi.”
    Terus ibu tanya, “Padinya siapa?” Ibu bener-bener mikir tentang padi.
    Nah, terus besoknya sepulang sekolah aku pergi ke tanah lapang buat cari rumput yg kayak padi.
    “Buk, ini padinya?”
    Dan untuk saat itu aku enggak tau apa yang diketawain banyak orang termasuk ibuk. Ternyata yang diketawain adalah rumput yang aku anggap sebagai padi. Waktu itu aku cuman mikir kan kalo ada padi, ibu enggak usah beli beras. 😅😅😅

    Like

  11. Nama: Nurwahidah
    Akun twitter: @wawha_cuza

    Selain penyabar dan tenang, mamakku juga banyak lucunya. Jadi, mamakku selalu suka sama barang-barang yang kupunya, jadi kalo beliau liat lipstikku, menurutnya cantik, dia pun ngerayu aku supaya ngasi lipstik itu, katanya, “Cantik kali lipstiknya, ya. Untuk mamak ya..” Namun, setelah aku memberikannya, mamak memberi uang tambahan untuk beli lipstik baru. Hihihi. Jadi beliau ingin melihatku, apakah aku bisa merelakan sesuatu yang kusukai untuknya, namun setelahnya beliau akan memberi lebih banyak lagi.

    Like

  12. Nama: Nurul Astri
    Akun Sosmed Aktif: @nurulastr (instagram) dan @nurulastrirmdn (twitter)

    Kalau bisa aku deskripsikan, Ibu itu memiliki tinggi yang sama seperti perempuan Indonesia pada umumnya. Cenderung mungil. Kulitnya putih. Wajahnya lembut dan sering mengumbar senyum. Ramah. Ibu selalu ingin membaur dengan orang-orang. Singkat kata, Ibuku terkenal baik di kalangan masyarakat.

    Cara Ibu menyayangiku itu beda dengan Ibu lainnya. Di saat aku sedang kesal-kesalnya, Ibu datang. Beliau nggak berkata apapun tapi langsung menunjukkannya melalui tindakan. Ibu juga penenangku yang paling baik. Ketika aku merasa nggak nyaman, Ibu langsung angkat bicara. Omongannya selalu tak terduga. Jika ada orang yang mengatakan insting Ibu itu kuat, aku setuju dengan pernyataan itu. Ibu tahu segala hal tentangku tanpa aku perlu memberitahunya.

    Like

  13. Nama: Rinita
    Akun Sosmed (twitter): @Rinitavyy

    “Ceritakan sifat/karakter/kejadian unik (dengan) ibu kalian yang menurut kalian merupakan bentuk perhatian.”

    (I) Ibu ku itu kadang suka ceriwis tiap kala aku mau begadang malam pas malam mingguan. Katanya begini lah-begitulah. Padahal aku cuma mau nonton maraton Drama Korea aja. Tapi dia teteh keukuh mempertahankan argumennya buat ngelarang aku. huh. tapi aku tau, yg di lakukannya itu juga buat kebaikan dan kesehatanku juga sih.
    (II) Mendadak kepo tiap kali ada bunyi sms di handphonku. Aduhh, kadang aku risih lho. Sampai kadang aku pengen mengusilinya dengan mengatakan ‘ini pacarku, lho buk’ hehe (padahal aku jomblovers), tapi nggak jadi, nanti beliau makin ceriwis ini dan itu. Serius. ibuku ternyata seorang stalker handal. Karena sering mengstalker sosmed atau teknologi modern seperti ponsel dan laptopku.

    Meski bagaimanapun sifat ibuku, yg bisa berubah-ubah seperti bungklon. kadang baik banget sampai mau menuruti keinginanku dalam sekejap setelah aku memintanya. kadang marah kalau aku ngelakuin kesalahan. kadang cuek bebek- ngambek tiap kali aku ngulek sambel pas lagi masak (hehe, mendingan nggoreng tempe aja, dari pada sakit mata gara2 brambang abang). Kadang ceriwis kalau aku susah dilarang dengan argumennya yg ajaib bener buat meluluhkan, ralat, maksuku sukses membuatku tidak mampu berkata-kata lagi. Tetapi, meski begitu, aku tahu cinta seorang ibu buat anaknya itu, tidak bisa di ukur dengan penggaris, bahkan roll meteran sekalipun. Yep. Aku sayang padamu Ibu. ^_^

    Like

  14. Nama: Bety Kusumawardhani
    Akun Twitter: @bety_19930114

    Jawaban: Ibuku itu prinsipnya mending bawa bekal daripada jajan makanan yg belum tentu higienis. Ibu selalu memasak pada waktu subuh untuk membuat bekal nasi bungkus yg akan aku bawa bepergian entah ke tempat dekat maupun jauh. Ibu membekali nasi bungkus super jumbo alias double yg berkonstribusi meningkatkan berat tas bawaanku (baca: ransel). Tidak hanya untukku saja, seringkali Ibuku menitipkan nasi bungkus untuk siapapun teman seperjalananku. Memang masakan ibuku itu juara, jadi aku gak keberatan membawa ber-kilo-kilo bekal buatan Ibu.

    Selain itu, Ibuku justru yg heboh ketika anaknya akan bepergian dan mengetahui segalanya tentangku. Padahal beliau sendiri gak berangkat. Ibuku sering berbohong ketika membangunkanku, misal: bilangnya sudah jam 7:00 padahal faktanya masih jam 6:00.

    Like

  15. t: @MrsSiallagan
    j : Kejadian unik yang selalu ibu buat untukku adalah Ibu selalu memasakkan makanan kesukaannku. Dalam keadaan apapun, dia selalu menunjukkan perhatiannya lewat makanan. Makanya, aku selalu kangen masakan ibu. Tak ada masakan yang lebih enak daripada masakan Ibu. Ibu selalu memperhatikan kebutuhan kami anak-anaknya. Kadang, ibu mengajari saya bagaimana memasak. Pokoknya, kasih sayangnya sangt tulus

    Like

  16. Nama: Ratna Komalasari
    Akun twitter: @dreravios

    “Ceritakan sifat/karakter/kejadian unik (dengan) ibu kalian yang menurut kalian merupakan bentuk perhatian.”

    Mama itu paling bawel banget, semua yang aku lakuin pasti salah mulu di mata dia, sempet bikin kesel sih tapi aku tau Mama ingin yang terbaik buat anak-anaknya.

    Aku ini anak perempuan satu-satunya di rumah. kalau mau beres-beresin rumah atau suruh belanja pasti yang disuruh aku. aku pernah bilang “kenapa nggak bangdi apa bangyon aja?” (ngomong-ngomong itu nama abang aku) Mama cuman bilang “kamu kan cewe.” Rasanya aku pengen jadi cowo aja, abang-abang aku mah kerjaannya leha-leha di kamar, main ps gak pernah dimarahin, aku main hp terus aja diomelin seharian.
    Aku marah banget sama mama kalau kayak gitu. Abang gak ada yg mau bantuin, tapi suatu hari mama pernah bilang ke aku.
    “Mama kayak gitu sama kamu karena mama sayang sama kamu, kamu kan anak perempuan, harus mengerjakan pekerjaan rumah kalau nanti kamu udah nikah. Mama kayak gini itu ngelatih kamu biar kalau kamu udah ber rumah tangga kamu udah gak kagok lagi,”

    Dari situ aku mikir, mama ada benernya juga. kalau aku kerjaannya leha-leha gimana nanti kalau aku punya suami? mau gak diurusin?

    I Love you mom, forever as always:*

    Like

  17. Nama : Tri
    Twitter : @tewtri

    Saat aku lagi sakit, gerakku terbatas dan Ibuk mandiin aku. Yah di usia yang udah segede gini. Yang katakanlah udah pantes jadi calon Ibuk. Malu banget pasti. Tapi, Ibuk paling tau apa yang aku perlukan. Perhatiannya nggak pernah tanggung-tanggung.

    Like

  18. Nama: Erika Putri Gustiana
    Twitter: @erikagustyana

    Jujur aku gak punya pengalaman unik atau yang bisa dikenang dari Ibu. Aku memang agak sedikit tidak akrab dengan Ibu atau Ayah. Aku tipe anak yang pendiam dan jarang bercerita atau mengobrol dengan kedua orangtua. Lebih suka menyendiri di kamar. Termasuk introvert. Tapi aku melihat sosok Ibu ku, beliau benar-benar wonder women buat keluarga kecilku. Ibu bisa melakukan segala hal, menghandle keungan dan seluruh rumah, memasak, membereskan rumah, menyuci, menyetrika, memanjat pohon mangga/rambutan/jambu untuk memanen buah, mengganti bohlam lampu, membuka buah kelapa dengan golok, bahkan beliau bisa memperbaiki sebuah setrikaan dengan membongkarnya (iya serius dibongkar, kayak tukang reparasi), dan masih banyak lagi keahlian Ibu ku. Aku hanya disisakan kewajiban mencuci piring, menjemur pakaian, menyetrika baju milikku sendiri, dan sesekali membantu memasak. Sedangkan sang Ayah? He is tottaly just work. How cool she is, isn’t she? She is my mom, my holy mom! 😊❤

    Like

  19. Nama: Erika Putri Gustiana
    Twitter: @erikagustyana

    Jujur aku gak punya pengalaman unik atau yang bisa dikenang dari Ibu. Aku memang agak sedikit tidak akrab dengan Ibu atau Ayah. Aku tipe anak yang pendiam dan jarang bercerita atau mengobrol dengan kedua orangtua. Lebih suka menyendiri di kamar. Termasuk introvert. Tapi aku melihat sosok Ibu ku, beliau benar-benar wonder women buat keluarga kecilku. Ibu bisa melakukan segala hal, menghandle keungan dan seluruh rumah, memasak, membereskan rumah, menyuci, menyetrika, memanjat pohon mangga/rambutan/jambu untuk memanen buah, mengganti bohlam lampu, membuka buah kelapa dengan golok, bahkan beliau bisa memperbaiki sebuah setrikaan dengan membongkarnya (iya serius dibongkar, kayak tukang reparasi), dan masih banyak lagi keahlian Ibu ku. Aku hanya disisakan kewajiban mencuci piring, menjemur pakaian, menyetrika baju milikku sendiri, dan sesekali membantu memasak. Sedangkan sang Ayah? He is tottaly just work. How cool she is, isn’t she? She is my mom, my holy mom! 😊❤

    Like

  20. Nama: Risa Ainur R. H | Twitter: @airisa__ | Ingatanku tentang ibu terbatas hanya sampai usiaku 12 thn ke bawah. Ibuku itu orangnya sangat menyukai kucing. Aku melihatnya sendiri. Waktu aku kecil, kucing kami tdk sengaja terlindas oleh mobil ayahku. Ibuku sampai menangis habis-habisan di depan semua orang. Lalu dgn penuh kasih sayang ibuku menguburkan kucing tsb. Ada satu kejadian, yg sampai sekarang kuanggap lucu. Yaitu setiap kali kami berdua bepergian dan hendak menyeberang jalan, bukannya menggandeng tanganku atau apa, ibuku selalu memegangi bag. belakang leherku. Perilakunya yg seperti itu mengingatkanku pada induk kucing yang menggigit leher anaknya waktu akan pindah sarang. Sbg anak kecil, hal itu sering membuatku kesal. Bagaimana tdk? Rasanya sakit ketika bag. belakang lehermu ditekan kuat-kuat saat sedang menyeberang jalan. Sekarang kejadian itu menjadi kenangan akan ibuku. Tentang bagaimana ibuku menunjukkan perhatiannya. I miss you, mom 😦 Berharap kita dapat bertemu kembali.

    Like

  21. Tri Indah Permatasari
    twitter : @LiebeIs0503
    IG : @triindah_ps

    Mamak sama aku, itu punya karakter yang klop banget! Kita sama-sama keras kepala. Tapi ada satu hal yang membedakan kami. Aku sangat perhatian pada mamak.

    Bapak selalu mengingatkan setiap anggota keluarganya “Kalau sakit itu jangan dirasa-rasa.” Dan aku memahaminya. Tapi tidak dengan mamak. Kalau setiap mamak sakit, aku selalu orang pertama yang ada disisinya. Aku bangga dengan setiap kesempatan yang kumiliki itu. Beda dengan kakak-kakakku yang selalu mendapat perhatian lebih dari beliau tapi tidak bisa memiliki quality time bersama mamak.

    Dan kisah unik mamak with Aku adalah…satu-satunya sàat dimana aku sakit dan aku tidak bisa menyembunyikan sàkitku itu adalah saat aku sedang sakit gigi dan gusi serta pipiku jadi bengkak. Aku bakal jadi lemah dan emosional. Disaat itu yang kubutuhkan hanya istirahat! Dan mamak dengan sabarnya memahamiku dengàn segala amarahku, titahku. Bahkan beliau menemaniku jika aku sedang istirahat. Aku bisa merasakan sedikit elusan di puncak kepalaku àtau sebuah tatapan lembut yang memperhatikanku secara diam-diam. Mom, i’m so sorry. Terima kasih untuk segala-galanya. Karena cintamu padaku secara diam itu. Aku yakin engkau selalu menyebutkan namaku disela do’amu. I love you, mamak.

    Like

  22. Nama: Dian Haerani
    Twitter: @saimamzahra

    Ibuku itu orangnya bawel banget (mungkin semua wanita yang sudah jadi ibu emang bawel kali ya? :D). Apa aja dikomen, kadang aku sebel juga sih, kalau udah denger ibu ngomentarin A, B, C, D sampai Z. Hfff rasanya pengen kabuur aja.
    Selain itu ibu juga hobi banget pamerin ke tetangga tentang kelebihan-kelebihan anak-anaknya( biasanya sih pake garem dikit). itu juga nyebelin sih, karena kita kan jadi malu gimanaaa gitu.

    Tapi, aku maklum aja sih, ibu-ibu emang rata-rata kayak gitu kali ya? Karena seburuk apapun seorang ibu, beliau tetap satu-satunya wanita yang paling berhak mendapat perlakuan hormat dan sayang dari kita.

    Like

  23. Ibu saya selalu ke kamar saya kalo malam, entah itu cuma ngeliat sekilas, nyelimutin saya atau naruh kucing di kasur kalo saya udah tidur, tapi berhubung saya sensitif dan gampang bangunan jadi saya selalu tahu, itu bentuk perhatian yang luar biasa, seakan ibu saya nggak mau ketinggalan sedikitpun sejauh mana saya telah melangkah, apalagi sekarang jadi anak kos, uh kalo pulang, udah pasti suruh nonton drama korea bareng (iya updatean ibu saya :’D), ngomongin kucing sendiri atau beli makanan, padahal saya tau kadang uang ibu pas2an, jadi rasanya sungguh, ibu sekaligus kakak, sahabat dan pelindung, juga penyembuh segala sakit 🙂 sehat terus ya ibuuu 😉 sukses GAnya kak 🙂
    Twitter: @umimarfa

    Like

  24. Nama : Fridalia Septiarini H
    Akun : @frdliash (twitter)
    Jawaban :
    Ibu aku itu orangnya gengsian. nggak bisa mengungkapkan langsung perasaannya termasuk sama anaknya. entahlah mungkin malu atau gimana. tapi walaupun ngga langsung ngomong aku tahu ibu aku sangat sangat perhatian dan sayang sama anaknya. ceritanya jadi waktu aku SMA kls 3 aku tinggal di asrama tapi sekolah tetep di negri. nah hampir tiap hari tuh ibu aku selalu nitipin masakan buat aku di jam istirahat sekolah. padahal di asrama pun aku dapet bekal makanan. mungkin ibu khawatir kalau masakannya ngga aku suka :’) Ibu aku juga orangnya pelupa. kadang-kadang lupa nyimpen barang dimana. kadang-kadang cerita yang sama berulang kali. tapi ibu ngga pernah lupa sama ulang tahun anaknya. ibu selalu ngucapin saat anaknya pertama kali mmbuka mata dihari ulang tahunnya.{} selain itu aku dan ibu aku itu sering berantem. hampir setiap malem berantem. tapi itu karena aku belum makan. iya jadi aku sering dimarahin ibu karena belum makan. sedangkan aku orangnya malesan sama yang namanya makan. aku kadang sebel kalau udah berantem sama ibu. nggak suka dimarahin. tapi kemudian aku sadar itu adalah bentuk perhatian ibu yang khawatir sama anaknya:”) Inget Ibu jadi terharu :”)) Terimakasih Ibu.

    Like

  25. Fira | @shaff_fath ||
    .
    Ibuku bukan termasuk orang yang banyak bicara namun entah kenapa aku tetap merasa beliau sangat protektif. Beliau akan banyak bicara hanya saat-saat tertentu. Dulu aku sering kabur dari rumah gara-gara bertengkar dengan orang rumah. Tidak ada yang mencariku, karena memang aku belum punya handphone. Saat capek berkeliling kota, aku akan mampir ke rumah budeku. BArulah saat itu ponsel budeku berdering.
    “Fira di situ kan? Baik-baik ya, jangan lupa nanti pulang sebelum jam malam.”
    Tidak ada nada marah atau kesal. Bahkan di rumah pun beliau yang minta maaf lebih dulu. Aku jadi merasa bersalah sekaligus terharu. DI tengah kekalutanku, beliau tetap berusaha mempercayaiku.

    Like

  26. Nama: Ainhy Edelweiss
    Twitter: @PrinceesAinhy

    Jawaban:

    Saat itu aku masih kelas 6 SD. Ibu dan aku ke pasar membeli peralatan alat tulis. Aku berdiri menunggu ibu di depan foto copy. Ibuku saat itu mengcopy ktp nya. Tak jauh dari tempat ibu berdiri, ada seorang wanita yang sebaya dengan ibu. Ibu menatap wanita itu lamat2. Dan yg menarik perhatian ibu adalah sepatu wanita itu. Aku ikut memperhatikan penampilan wanita itu. Tergolong modis apalagi sepatu yg dia kenakan.
    Kulirik sendal yg ibu pake. Sudah tua dan semestinya harus diganti.

    Menyadari itu, ibu berpaling melihatku lalu tersenyum dan berkata, “nak, demi kamu ibu rela nggk beli pakaian atw sendal yg baru. Prioritas utama ibu itu kamu…” Sejujurnya, saat itu, aku belum paham maksud ibu. Namun sekarang, saat ibu jauh dan aku dewasa, aku selalu mengingat kejadian itu. Betapa ibu rela berkorban demi aku. Dan saat menulis ini pun, aq haru dan rindu sama ibu. 😦

    Like

  27. ailina
    @ailina85

    Pengalaman paling berkesan dengan ibu adalah waktu melahirkan. Waktu melahirkan saya memang ditemani suami. Tapi ibu saya juga nemenin. Tapi ujung-ujungnya nunggu diluar soalnya katanya nggak tega ngeliat saya kesakitan. Sampe’ bilang kalo bisa, biar dia aja yang ngrasain. Duh, nangis deh langsung. Nginget betapa saya sering bikin ibu saya jengkel. Setelah jadi ibu makin sering nangis deh, jadi kerasa kalo sudah banyak banget yang dilakukan ibu mulai saya dalam perut sampe saya punya 2 anak ini. Semoga kita semua diberi kesempatan membahagiakan ibu kita ya..

    Seperti kata bang Tere Liye di seri anak-anak mamak :
    “Jika kau tahu sedikit saja apa yang telah seorang Ibu lakukan untukmu, maka yang kau tahu itu sejatinya bahkan belum sepersepuluh dari pengorbanan, rasa cinta, serta rasa sayangnya kepada kalian.”

    mari mengingat ibu.❤

    Like

  28. Nama: Shinta Amelia
    Twitter: @amlshnt
    Jawaban:

    Mamaku enggak memanjakan aku dengan uang saku yang banyak, bukan pula dengan showing affection yang berlebihan. Mamaku memanjakan aku dan saudara-saudaraku dengan makanan enak yang dibuat sendiri oleh beliau.

    Hal ini menurutku unik, karena beliau enggak pernah mengizinkan kami makan atau jajan diluar. Sudah jadi tradisi di rumah kami kalau ingin makan sesuatu—apapun itu—harus bilang ke mama. Pasti mama bikinkan!

    Mama memang hobi masak. Masak apapun dia bisa, bikin apapun dia jago. Dan itu membuat beliau jadi posesif sekali mengenai makanan yang kami makan. Aku pernah jenuh sama masakan mama, sama cemilan yang mama bikin dan bekal makan siang yang mama buat setiap paginya untuk kami bawa ke sekolah. Aku bahkan heran, kok mama rajin banget sih, buatin apapun yang ingin kami makan asal kami gak jajan di luar. Aku pengin banget makan di luar, jajan di pinggir jalan seperti teman-teman—apapun itu asal bukan masakan mama. Lalu saat itu, aku ingat sekali mama menasehatiku begini:

    “Ngapain jajan di luar yang belum tentu bersih (higienis) kalau mama masih sehat dan bisa bikin makanan enak? Selama mama masih ada mama bakal selalu mastiin kalau anak mama makan dengan baik. Lagian makanan di luar itu banyak yang jorok cara buatnya, emangnya kamu tau itu abang yang jual makanan habis pipis tangannya dicuci dulu atau nggak sebelum nyiapin kamu makanan? Minyak yang dipake minyak baru atau minyak yang sudah butek bekas berkali-kali menggoreng? Piring yang dipake itu dicuci bersih dulu atau cuma direndam? Belum tentu bahan yang dipake juga aman, emang kamu bisa jamin itu es yang dijual gak pake pemanis dan pewarna buatan? Itu gorengan yang kamu makan gak pake pengawet yang bikin rasanya tetep krenyes walau digorengnya sudah dari pagi? Makanan yang mama bikin lagian kan lebih enak dan terjamin. Dibuatnya pake kasih sayang lagi!”

    Hahaha. Begitulah ibuku, cerewet sekali kalau soal makanan. Tapi setidaknya sejak itu aku jadi paham, kalau semua usaha yang beliau lakukan agar aku selalu makan masakan yang dibuat olehnya merupakan sebagian kecil dari bentuk perhatiannya sebagai seorang ibu yang menyayangi kami ,anak-anaknya.

    Like

  29. Nama: Kusmiati
    Akun media sosial yang aktif:
    Twitter : @RabenChan
    Facebook : Rabenda Hime

    Mamahku itu kadang baperan. Beliau bisa saja menangis dan tertawa sendiri saat menonton serial TV kesukaannya. Sifat kami berdua yang tidak mau mengalah sering membuat kami bertengkar hanya karena masalah sepele. Kami berdua memang kekanakkan. Tapi di balik semua itu, mamah adalah orang yang paling mengerti aku. Mamah bisa langsung tahu kalau aku sedang dalam masalah atau sedang marah hanya dengan hitungan detik setelah melihat ekspresiku. Saat aku marah, dia selalu saja menggilitik perutku, mencubit pipiku, dan masuk ke dalam kamarku secara diam-diam untuk menarik narik selimut yang selalu ku tutup hingga kepala, walau kadang menyebalkan, tapi aku tahu kalau Mamah sedang berusaha mengembalikan senyumku.

    Pernah saat kami berdua pergi ke Pasar bersama, beberapa teman mamah mengatakan kalau kami terlihat seperti adik kaka yang masih SMP, terlebih tinggi kami memang tak jauh berbeda dengan remaja tanggung itu. Dan sepanjang jalan, kami hanya bisa tertawa saat membicarakan itu. Hahahaha

    Sekian cerita tentang aku dan mamah, hihi.

    Like

  30. Kiki Suarni
    Twitter: @Kimol12

    Sekarang ibuku sudah sakit-sakitan (beberapa kali masuk RS) juga sudah mulai pelupa. jadi sekarang aku yang lebih banyak kasih perthatian ke ibu. Tapi ada satu moment yang sampe sekarang masih aku ingat. Waktu pertama kali aku masuk SD. Ibu yang membantu pakai seragam, sepatu dan menyiapkan alat tulis ke tas. Rambutku juga beliau yang mengepang jadi dua. Dan beliau mengantarku naik sepeda ke sekolah. Tak hanya sampai di situ, beliau juga menungguku di luar kelas sambil sesekali melihatku di dalam kelas sambil tersenyum. Senyum yang membuatku tenang dan semangat karena itu hari pertama aku sekolah. Dan pulangnya beliau mengajakku bercerita tentang bagaimana hari pertamaku sekolah sambil memboncengku naik sepeda.

    Sungguh, itu adalah moment berharga yang selalu aku ingat meski sekarang beliau sudah tidak ingat lagi.

    Terima kasih, Ibu.

    Like

  31. Nama: Salimah Isnaini Azzahroh
    Akun twitter: @salimah_IA
    Jawaban:

    Saat ini saya tinggal di asrama. Sejujurnya ini baru pertama kalinya saya merasakan jauh dari orang tua (terutama ibu) untuk waktu yang cukup lama, yaitu 3 tahun. Yah meskipun runah saya tidak jauh-jauh amat dari asrama, tetap saja sebelum saya menetap di asrama ibu saya over-protective terhadap saya. Sejujurnya saya merasa sedikit gerah, saya ‘kan juga ingin mencari pengalaman baru dengan mencoba “jauh dari orang tua” jadi setidaknya saya diberi kelonggaran begitu lah. Yah, tetapi saya kemudian tersadar bahwa ternyata ibu saya sangat memperhatikan saya. Hal itu terbukti ketika akan berangkat ke asrama ibu dengan senang hati dan merasa itu adalah kewajibannya membantu saya menyiapkan segala hal untuk dibawa ke asrama. Karena sepengatahuan saya, ibu saya lebih memperhatikan kakak saya yang sudah bertahun-tahun yang lalu mondok daripada saya >< tapi ternyata saya salah. Ibu memperhatikan saya lebih bahkan, apalagi mengingat saya adalah anak perempuan satu-satunya.

    Nah, kejadian uniknya, saat saya di asrama kehabisan uang saku, sebelum saya mengabari, ajaibnya, ibu saya seakan sudah tahu sebelumnya. Entah bagaimana ini terjadi, mungkin karena telepati yang kuat atau karena apa saya tidak tahu. Yang jelas hal ini membuat saya terkagum-kagum sendiri karena sebelum saya sempat bilang, tiba-tiba ibu sudah menjenguk saya dengan membawakan apa yang saya butuhkan. Mungkin inilah salah satu cara Allah untuk menunjukkan betapa besar kasih sayang ibu kepada anaknya kali, ya, hehe 😀

    Like

  32. nama: mariyam
    twitter: @mariyam_elf

    ibuku orang yg penuh perhatian, apapun yg menyangkut ttg hidupku pasti ibuku memerhatikannya. slah satu contohnya saat ada laki-laki yang datang ke rumah dan bilang klo mau ngelamar aku. nah dari itu, ibuku lgsg deh ngasih bnyak prtanyaan ke aku maupun si laki-laki. ya intinya ibuku cuman ingin tau seberapa seriusnya laki-laki itu.

    bahkan yg awalnya ibuku gak setuju, karena dianggap si laki-laki pkerjaannya gak pasti. tp alhamdulilah akhirnya ibuku menyetujui. itulah salah satu bentuk perhatian ibuku.

    Like

  33. Nama: Desi Tri Rahmawati
    akun twitter: @zahradessy
    Ibu adalah segalanya bagiku. Kalau beliau sakit, aku sangat sedih, dan berharap penyakit beliau dipindahkan ke aku. Ada satu kejadian yang membekas di hatiku tentang ibu. Saat tau kalau aku terjun ke dunia literasi, ibu sebenarnya kurang setuju. Tapi beliau tetap memdukungku. Walau ibu sering ngomel kalau melihatku begadang, tapi aku tau kalau itu bentuk kekhawatirannya akan kesehatanku. Ibu memang agak cerewet, tapi bukankah hampir semua ibu itu pasti ada cerewetnya? Sifat cerewet seorang ibu adalah bentuk perhatiannya pada kita, anaknya.

    Like

  34. Kejora Anaphalisia
    Facebook: Kejora Anaphalisia
    Twitter: @anaphalisia

    Ibu sering ngomel. Kadang tidak peka, tapi dia sering curhat tentang ini-itu. Meskipun sering diomeli Ibu, hal yang paling saya sukai saat bersama Ibu saat-saat ultah saya. Kami akan keluar berdua saja. Makan dan mengobrol. Lalu masuk ke beberapa toko, memilih barang-barang yang pengin saya miliki.

    Like

  35. Nama: afifah khoiriyah
    Akun media sosial yang aktif(Twitter) : @Afifah_1412
    Jawaban:
    Ibu cukup cerewet. Beliau sekali sms, panjang dan tanda tanyanya banyak. Tapi kalo jawab sms singkat misal Y. Beliau suka terburu2 dan berangkat kerja waktunya mepet banget. Jadi kadang HP ketinggalan. Ibuku jg orangnya gak pede saat pak baju. Takut gak sinkron warnanya. Jadi setiap dia mau pergi(kecuali kerja dan takziah) misal mau ke tempat hajatan atau pengajian. Selalu minta pendapat anaknya soal warna kerudung dan bajunya.. Terus tentang bajunya kebesaran atau tak. Sama make up nya ketebalan gak. Kalo gak pas ibu langsung ganti baju padahal dia udah ditungguin bapak atau temannya hehe

    Like

  36. Nama: Haula Taqya
    Twitter: @Taqya1999

    Jawaban:
    Satu kejadian unik yg gak bakal aku lupain.
    Waktu itu aku lagi beli nasi padang di warung kecil pinggir jalan sama ibuku, karena sudah mulai gelap dan sedang gerimis jadi lampu di warung itu hidup. Pembeli saat itu hanya aku dan ibuku. Setelah pesanan selesai dibuat, kami masih duduk untuk menunggu jemputan ayahku.
    Penjual yang seorang laki-laki itu duduk di depan bangku kami setelah melepas lampu yang hidup dan memperlihatkan itu kepada kami.

    “Lihat, bisa hidup kan lampunya?” ucap penjual itu. Ya, lampu itu bisa hidup meskipun dipegang oleh sang penjual.

    Ibuku tiba-tiba melambaikan tangannya di depan wajahku. Aku yang sedang melihat lampu itu bingung kenapa ibuku melakukan itu.

    “Awas dihipnotis,” bisik ibuku.

    Aku berpikir, apa memang benar itu hipnotis? Bisakah lampu jadi media hipnotis?

    Belum sempat berpikir lebih banyak, ayahku sudah menjemput kami. Sesampainya di dalam mobil aku bertanya kepada ayahku. “Emang ada lampu yang bisa hidup tanpa listrik ya, Yah?”

    Ayahku menjawab iya. Sontak saja aku langsung tertawa. Ayahku bingung kenapa aku tiba-tiba tertawa. Akupun menjelaskan kejadian tadi, ayahku pun ikut tertawa bersamaku sedangkan ibuku hanya tersenyum kecut.

    Lucu memang jika aku mengingat kejadian itu. Ibuku mengingatkanku agar tidak lengah, beliau takut kalau aku terhipnotis. Dengan ketidaktahuan beliau tentang ‘lampu yang bisa hidup tanpa listrik’ membuatku sadar: sekecil apapun masalah kita, ibu akan selalu mendukung kita dan melindungi kita dari hal-hal buruk.

    Like

  37. Nama: Ana Bahtera
    Twitter: @anabahtera
    Jawaban:
    “Ceritakan sifat/karakter/kejadian unik (dengan) ibu kalian yang menurut kalian merupakan bentuk perhatian!”

    Dulu ketika zaman-zaman lagi hebohnya walkman, Aku sangat ingin memilikinya tapi karena dulu tabungan dari uang jajan belum bisa membelinya, Aku merenggek meminta kepada Ibu tapi tidak diberikan karena alasan aku tidak membutuhkannya, sampai-sampai aku ngambek tidak mau berbicara dengan Ibu seharian. Ibu tetap tidak bergeming dan tetap tidak membelikannya. Akhirnya aku memutuskan tidak meminta lagi dan tetap menabung dari jajan yang ada.

    Kemudian sebulan dari kejadian itu, tepat di pulang sekolah hari ulangtahunku, aku mendapatkan bingkisan ditempat tidur dan ketika ku buka ada sebuah walkman yang aku impi-impikan dan juga satu kaset peterpan -band favorit ku dulu-. Aku langsung menangis dan memeluk Ibu mengucapkan terimakasih, aku ingat sekali ucapan ibu waktu itu “mamak cuma ingin mengajarkanmu bagaimana bersabar, karena tidak semuanya keinginan kita itu dapat tercapai diwaktu yang kita mau’ Love full Mak…

    Like

  38. Lely Fitriana
    Twitter : @KyuLelGan

    Pernah suatu hari ketika saya pulang naik bus dari kampus, cuaca sangat buruk saat itu, dari Jakarta sampai Bekasi, awan menghitam, angin bergemuruh, petir kadangkala menggema. Ketika sampai di tempat pemberhentian bus, beberapa penumpang turun termasuk saya, bahkan serasa ada kabut yang bergelayut, ranting2 berterbangan, payung bahkan tidak bisa melindungi dari hujan angin tersebut, payung saya kebalik, dan baju basah kuyup, untuk menyebrang jalan pun saya kesulitan,, tetapi dari kejauhan saya melihat seseorang memakai jas hujan menyebrang jalan begitu saja, jalanan memang lengang, dikarenakan para pengendara yang memilih berhenti sejenak, tetapi tidak dengan seseorang tersebut, semakin lama semakin jelas terlihatlah wajah seseorang itu, dialah ibuku, dia tiba2 memelukku dan kami berdua menyebrangi jalan menuju motor, sambil melafalkan doa karena bencana itu, malah sempat terbesit, jika pada hari itu saya meninggal, setidaknya saya berada dalam pelukan ibu saya… Ibu saya nekat pulang bersama saya naik motor menerobos hujan angin tersebut, banyal org yg meneduh memandang kami berdua keheranan, karena di setiap ada sampah atau kayu2 yg menghalangi jalan.. Ibu dan saya sempat membersihkannya agar tidak membahayakan beberapa pengendara yang nekat menerobos ujan seperti saya dan ibu saya. Intinnya pepatah yang mengatakan seorang ibu adalah malaikat tanpa sayap, benar adanya.. ^__^

    Like

  39. Indriani | @ryanie31

    Aku menyebut kejadian ini memalukan.
    Mengidolai seorang aktor/penyanyi ketika SMA kurasa merupakan hal yang wajar, dan saat itu aku sedang suka-sukanya dengan salah satu penyanyi jebolan kontes menyanyi di salah satu televisi swasta. Ibu tahu aku menyukai penyanyi itu, maka ketika Ibu sedang menonton televisi dan ada berita tentang penyanyi tersebut,
    Ibu akan memanggilku dan menyuruhku menonton meski berarti Ibu tidak jadi menyaksikan film kesukaannya.

    Pernah suatu hari Ibu berkata “Di dekat rumah kita, ada lho yang mirip dengan penyanyi kesukaanmu”
    “Eh, siapa Bu? Siapa Bu?” tentu saja aku penasaran dan sekaligus senang.
    “Itu si Dicha, yang rumahnya paling ujung dekat pabrik. Nanti Ibu kasih tahu yang mana orangnya”

    Hingga pada suatu ketika, sepulang sekolah aku melihat Ibu sedang berbicara dengan seorang laki-laki yang sepertinya seusia denganku. Ibu terlihat akrab dengannya. Menyadari kehadiranku, Ibu menyudahi pembicaraannya dan menghampiriku.

    “Itu anaknya, mirip kan?”

    Segera aku menuju ke depan gerbang agar dapat melihat wajahnya dengan lebih jelas, namun entah dia merasa bahwa ada sepasang mata yang mengawasinya, dia berbalik arah dan tiba-tiba juga menatapku. Seketika aku panik, terburu-buru ingin masuk ke dalam rumah karena telah ‘ketahuan’ olehnya, aku menabrak pintu dengan cukup keras. Ibu yang melihat tingkahku tersenyum meledek sambil berkata “makanya, kalau mau masuk ke rumah itu ucapkan salam dulu.”

    Like

  40. Nama : Rani W
    Twitter: @raniwidiyansyah

    Ibuku itu cerewet, sangat cerewet, apalagi kalau udah nyangut sama yang namanya makan, sedangkan aku itu males makan. Jadi hampir tiap hari aku kena omel gara-gara susah makan. Lucunya, kalau aku keukeuh di paksa makan nggak mau, ibu aku selalu bilang ‘kamu anaknya ceu enah ya? Jadi gamau makan di sini? Sana pulang kerumah’ omelan kaya gitu juga sering diterima sama adik-adik aku kalau mereka nggak mau makan dan nama ‘kamu anaknya bla bla bla’ juga beda beda. Nama namanya itu nama nama tetangga nyebelin yang suka ngegosip di depan rumah, yang mulutnya nyinyir semua :v jadi karena nggak mau disebut anak anak tetangga itu aku akhirnya makan :v

    Like

  41. Rini Cipta Rahayu
    Twitter @rinicipta / FB Rini Cipta Rahayu / Instagram @rinspirations

    Cerita tentang kebiasaan mama aja ya, kak? Aku mulai merantau sejak tiga tahun lalu. Kuliah ke luar pulau, jarang pulang dan kalaupun pulang juga cuma sebentar pas libur semester aja.
    Yaah.. selayaknya pasangan LDR, kami cuma berkomunikasi via suara. Setiap malam atau setiap ada waktu luang kami pasti teleponan. Kami ngobrolin apa aja selama berjam-jam, sampai telepon mutus sambungannya sendiri. Mama selalu khawatir kalau aku gak angkat telp atau gak balas chatnya. Kegiatanku tiap hari pasti ditanyakan. Protektif sih, tapi aku suka. Rasanya aneh kalo sehari aja nggak sempat telpon mama. Bersyukur juga nggak semua temen-temen sedekat aku dan mama. Jadi, walaupun raga sedang jauh tapi aku selalu merasa di rumah, dekat dengan keluarga. Aku tetap punya moodbooster yang siap siaga. Waktu juga jadi nggak kerasa ^^

    Like

  42. Nama : Bidayatul Khoiriyah
    Akun aktif : *Twitter : @iry342
    * facebook : Bidayatul Khoiriyah

    Sifat ibu saya yaitu pendiam, tapi kalau sudah mengenal itu cerewetnya bisa ngalahin presenter infotaiment/?, Sabar *tapi ada batasannya. Lembut, Perhatian, Pemberi semangat, Pemecah masalah yang baik, pemberi pendapat yang buaik, dan segala sifat manusia lain. Bagiku ibu adalah sesosok malaikat kecil yang dikirim tuhan. Aku bukan siapa2 tanpa ibu, aku sangat sayang ibu.

    Kejadian unik yang menurutku bentuk perhatian adalah
    1.Ngejudge bau badan gak enak, artinya mah pengen anaknya make minyak wangi. *perhatian di balik selimut
    2. Terus melepas ikatan helm saat aku susah ngelepasinnya. Menurutku sih unik entah kakak ya.
    3. Ketika aku dan adek bertengkar bukan membela salah satu dari kita, eh malah disuruh bawa alat masak juga buat bertengkar. Jadilah kita (aku dan adek) diam tak berkutik dan selesai bertengkar.
    *perhatian dalam bentuk apa ini? Intinya ibu gak pengen anaknya berantem. Udah gitu.

    Dan banyak perhatian lain ibuku yang bila kusebut semuanya memenuhi komentar ini hehe

    Like

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s