Daftar Bacaan Desember 2016

*

Menurut catatan Goodreads, sampai sekarang, saya sudah membaca 58 buku selama tahun 2016. Rasanya genapkan saja ya menjadi enam puluh buku tahun ini. Untuk itu, saya akan membaca dua buku di Desember. Pas banget, karena ada dua reading challenge yang sudah siap saya ikuti. Yang pertama berasal dari Goodreads Indonesia (@bacaituseru) sedangkan yang kedua dari Monday Flash Fiction (@MondayFF).

Bulan ini, @bacaituseru mengajak kita untuk membaca habis satu buku dalam satu hari. Artinya saya harus mendedikasikan satu hari khusus untuk membaca. Sabtu? Minggu? Senin? Syukurnya ada cukup banyak hari libur bulan ini. Semoga nggak terdistraksi dengan traveling ya ya ya. Juga untuk menyukseskan tantangan ini, yang terpikir tentu saja pilih buku yang tipis atau yang ringan.  Akan baca apa? Rencananya baca Hari Tak Selamanya Malam (Suryawan W.P.). Secara teori, sih, buku setebal kurang dari 250 halaman ini bisa habis dalam waktu kurang dari enam jam, dengan standar kecepatan baca saya. Teorinya, sih.

Sedangkan @MondayFF mengajak kita menyelesaikan buku-buku yang karena alasan tertentu belum terselesaikan sampai sekarang. Barangkali karena apa yang sudah dimulai, sebaiknya diselesaikan. Kalau mau dihubung-hubungkan, sesuai juga dengan suasana ‘akhir’ tahun yang berarti pengujung, final, selesai. Sejalan dengan itu, saya punya tiga buku di rak ‘currently reading‘ dan buku-buku tersebut sudah ada di sana sejak……entahlah. Let’s see saja apakah saya akan menyelesaikan Of Love and Other Demons (Gabriel Garcia Marquez) dan Beatrice and Virgil (Yann Martel).

*

Bicara akhir tahun juga bicara refleksi dan resolusi. Mengingat lagi apa yang sudah dilakukan, menimbang-nimbang apa yang akan dilakukan. Terkait dengan kegiatan membaca dan menulis review komentar, rasanya tidak akan ada banyak perubahan. Akun instagram @mandewi masih konsisten dengan kutipan buku dan foto buku dalam usaha untuk menjadi bookstagrammer. Sebelumprolog akan tetap berisi review buku, blogtour, giveaway, dan artikel-artikel tentang buku. Bocoran, bulan ini akan ada giveaway lagi. Yeay!

Yang akan sedikit berbeda mungkin terkait dua hal. Pertama, bacaan bulanan. Kalau di tahun 2016 daftar bacaan bulanan di-posting di awal bulan, maka tahun 2017 akan saya tempatkan di akhir bulan. Jadi semacam rekapitulasi. Kedua, membaca sesegera mungkin buku yang baru terbit. Jangan seperti sekarang, saya belum baca O karya Eka Kurniawan yang katanya bagus itu. Ketika ada teman yang bahas, saya merasa nggak nyambung. Eh, tunggu. Jadi saya baca buku karena menganggap bukunya layak baca, atau karena nggak ingin merasa nggak nyambung? Hmm..

Well, apa pun itu, semoga kita semua bisa mengakhiri 2016 dengan baik dan menyambut 2017 dengan bahagia.

***

Advertisements

Daftar Bacaan Oktober 2016

*

Sudah nggak paham lagi ada apa dengan bulan Agustus dan September karena kegiatan baca saya sangat berantakan. Bukan mau bilang kalau saya pembaca yang teratur atau apa, tapi dari sekian buku yang saya tetapkan di awal bulan, banyak yang akhirnya tidak terbaca. Seringnya, di tengah bulan bukannya baca sesuai daftar, tetapi malah tertarik dengan buku lain yang seakan minta banget buat dibaca. Entahlah. Apa membuat daftar merupakan ide yang buruk, atau saya hanya sekadar butuh penyegaran?

Penyegaran, seolah-olah membaca adalah kegiatan yang monoton dan membosankan, padahal sebagai hobi, membaca harus dilakukan dengan senang hati.

Sebentar, mau copas kata-kata Neil Gaiman dulu tentang membaca. Sebagai berikut:

“Saya percaya bahwa kita punya kewajiban untuk membaca karena merasa suka, baik membaca di area privat maupun di tempat umum. Kalau kita membaca untuk menyenangkan diri, kalau orang lain melihat kita membaca, kita akan paham, kita sedang mengasah imajinasi. Kita menunjukkan pada orang lain bahwa membaca adalah hal yang baik.”

Selain tentang membaca, Neil Gaiman juga berpendapat soal bahasa, sebagai berikut:

“Kita punya kewajiban untuk menggunakan bahasa. Mendorong diri kita: untuk menemukan arti sebuah kata dan bagaimana cara menyebarluaskan kata tersebut, untuk berkomunikasi dengan jelas, mengatakan apa yang kita maksud. Kita seharusnya tidak berusaha untuk membekukan bahasa, atau menganggap bahwa bahasa adalah benda mati yang harus dipuja melainkan kita harus memperlakukannya sebagai benda hidup, yang mengalir, yang meminjam kata, yang arti dan pelafalannya berubah seiring berjalannya waktu.”

Well, Neil Gaiman keren banget, tapi alasan saya membaca belum sampai ke yang serius macam meningkatkan kepintaran, mengembangkan kinerja otak, memerangi Alzheimer, menjadi lebih kritis, meningkatkan kemampuan menulis, bahkan sebagaimana kata Neil Gaiman di atas, saya belum segitu hebatnya untuk menjadi influencer kegiatan membaca.

Pada akhirnya, dari sekian banyak alasan orang membaca, yang paling relate buat saya adalah membaca, supaya tidak merasa sendiri atau kesepian.

*

Back to business, bulan Oktober katanya bulan horor karena ada perayaan Halloween, tapi untungnya tidak semua reading challenge mengambil tema yang seram-seram. Fiuh.

005

1. Cinta Memang Neraka (Love is Hell) –  Melissa Marr, Scott Westerfeld, Justine Larbalestier, Gabrielle Zevin, Laurie Faria Stolarz. Kumpulan cerpen horor karya beberapa penulis luar ini untuk baca bareng #Bacaisme dengan tema buku genre horor. 

2. Pasung Jiwa – Okky Madasari. Untuk #TantanganBacaGRI dari @bacaituseru bulan Oktober 2016 dengan tema buku yang sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris. Novel ini sudah diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh Gramedia dengan judul Bound.

3. Liburan Para Alien (Aliens On Vacation) – Clete Barrett Smith. Untuk reading challenge @MondayFF dengan teman buku yang judulnya terdiri dari tiga kata. Baru ngeh kalau novel ini adalah trilogi, dan belum yakin juga akan bisa dapat buku kedua dan ketiganya.

Siap menantang diri sendiri dengan berbagai tema? Yuk!

*

Bagi yang belum tahu, sebelumprolog adalah blog saya yang secara khusus didedikasikan untuk membicarakan buku. Sedangkan blog utama saya adalah mandewi.com. Sila berkunjung. Ada catatan tentang bagaimana menulis kalimat pertama yang cetar membahana di sana. :)

***

Daftar Bacaan September 2016

*

Bikin target sendiri, tapi tidak ditepati sendiri. Manusia~~

Iya, Agustus kemarin #TantanganBacaGRI dari Goodreads Indonesia (@bacaituseru) mengambil tema ‘buku yang berusia lebih dari seratus tahun’. Saya pun memilih Anna Karenina (pertama kali terbit tahun 1878) terbitan Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) tahun 2007. Sebenarnya saya sudah pernah mencoba membaca Anna Karenina sebelumnya. Penasaran saja, karya klasik yang masih dibicarakan orang sampai sekarang berarti secara kualitas tidak perlu diragukan. Selain itu, juga karena pengin baca bukunya dulu sebelum nonton filmnya.

Lalu karena satu dan lain hal, tantangan baca itu nggak berhasil ditaklukkan. Bahkan sampai tanggal 5 September ini saya baru sampai di halaman 380 dari 500an halaman. Lambat banget.

Anna Karenina, bagus sih. Tapi detail-nya agak membosankan karena melibatkan politik zaman dulu, membosankan karena tema seperti itu bukan kegemaran saya. Sebaliknya, buat yang suka sejarah dan politik, tentu akan suka. Makanya, saya bacanya fokus ke kisah cinta antara Anna Karenina dan Vronskii aja, deh. Lebih ringan daripada urusan kebangsawanan, bisnis, politik dan sebagainya. Barangkali nggak semua film adaptasi novel harus saya tonton setelah baca bukunya. Agak sulit terwujud kalau tetap memaksakan diri.

Selain tentang Anna Karenina, dua kalimat tadi juga bisa saya terapkan pada film Me Before You. Begitu tahu bahwa film ini berdasarkan novel (best seller pula), langsung deh timbul keinginan untuk baca novelnya dulu. Tapi tapi tapi, bukunya belum terbeli tapi filmnya sudah tayang. Ya sudah lah yaa, akhirnya kemarin saya nonton Me Before You. 😀 Alasan utama untuk nonton film ini tentunya karena genrenya romance, kedua karena adaptasi novel, terakhir karena terpengaruh iklan yang bilang bahwa ini film bagus.

Well, review Me Before You dari penonton yang belum baca novelnya, bisa saya ringkas sebagai berikut: Me Before You adalah tontonan yang menyenangkan, dari awal sampai akhir. Utamanya karena tokoh Louisa yang nyentrik abis, plus cerewet. Sebaliknya tokoh Will yang menjadi pahit karena mengalami hidup juga lumayan, hmm kurang judes sih tapi cukup. Konfliknya meski agak mainstream tapi bagus, yang bikin sedikit berbeda tentu keputusan Will yang tidak bisa diganggu gugat. Gambarnya kece. Memanjakan mata. Love banget. ❤ Bagi yang suka film drama, boleh lah nonton Me Before You.

Nah, berhubung novel Me Before You tidak akan masuk daftar bacaan bulanan dalam waktu dekat, yuk pilah pilih buku lain sebagai daftar bacaan September 2016. Tapi ingat, jangan sampai target yang dibikin sendiri malah dilanggar sendiri ya.

FullSizeRender

1. Wonder (R. J. Palacio).

2. Of Love and Other Demons (Gabriel Garcia Marquez). Agak nggak yakin apakah ini adalah kisah roman dan mengandung unsur ‘kasih tak sampai’, tapi akan dicoba dulu membaca buku ini untuk baca bareng @_bacaisme September 2016 dengan tema ‘kasih tak sampai’. Kalau ada, berarti nggak perlu ganti buku.

3. Manuskrip yang Ditemukan di Accra (Paulo Coelho). Karena tipis, maka ini didedikasikan untuk reading challenge dari @MondayFF dengan tema: ‘buku yang punya lebih dari 150 halaman’.

Satu lagi reading challenge yang belum ditentukan bukunya apa, yaitu #tantanganbacaGRI September 2016. Tema untuk September adalah buku yang dipinjam dari perpustakaan. Artinya harus ke perpustakaan dulu baru pilih buku yang hendak dibaca, sedangkan sampai sekarang belum tahu kapan akan ke perpustakaan. Let’s see aja perpustakaan mana yang akan kedatangan saya di bulan September ini.

Kalau kalian, ada rencana baca apa di bulan September ini? Share, dooong… :’D

*

Bagi yang belum tahu, sebelumprolog adalah blog saya yang secara khusus didedikasikan untuk membicarakan buku. Sedangkan blog utama saya adalah mandewi.com. Sila berkunjung. Ada catatan perjalanan saya ke Dataran Tinggi Dieng di sana. :)

***

Baca Bareng #Bacaisme Agustus 2016

IMG_5200

Baca bareng #bacaisme masih berlanjut! Setelah liburan selama sebulan, bacaisme akan melanjutkan hasil polling mengenai tema bacaan bulanan. Polling tersebut menghasilkan tema:

“SASTRA BALAI PUSTAKA”

 

Menurut wikipedia, (angkatan) Balai Pustaka merupakan karya sastra di Indonesia yang terbit sejak tahun 1920, yang dikeluarkan oleh penerbit Balai Pustaka. Referensi buku yang masuk kategori ini bisa dilihat di sini, di sini, dan di sini. Yuk, dipilih untuk segera dibaca.

Oiya, berikut ini ada semacam panduan hore untuk yang ikutan baca bareng #bacaisme:

1. Tantangan baca ini berlangsung sejak tulisan ini di-publish s.d 31 Agustus 2016.

2. Format buku bebas. Boleh buku cetak, e-book maupun audio book.

3. Kalau sudah tahu buku apa yang akan kamu baca, boleh juga sebutkan info buku tersebut di kolom komentar postingan ini atau langsung mention @_bacaisme.

4. Bagikan info mengenai event baca bareng ini supaya semakin banyak yang ikutan. Semakin rame, semakin seru!

5. Follow @_bacaisme dong. :))

6. Selama membaca buku tersebut, kamu boleh memberi ulasan-ulasan pendek di Twitter (bisa komentar atas desain sampulnya, pembukaan ceritanya, kutipan yang menarik, dll). Gunakan tagar #bacaisme supaya gampang dilacak.

7. Setelah membaca habis buku pilihanmu, silakan membuat ulasannya di blog (bisa WordPress, Blogspot, Tumblr, web pribadi), catatan Facebook, atau langsung di Goodreads.. Bagikan tautan ulasan kamu di Twitter, mention @_bacaisme dan gunakan tagar #bacaisme.

8. HADIAH? Tentu saja ada hadiahnya! Semua yang ikut baca bareng berkesempatan memenangkan paket buku di akhir periode. Nama akan diundi dan yang keluar sebagai pemenang boleh memilih dari daftar buku yang nanti akan disiapkan.

9. Info lainnya akan di-update via Twitter.

Nah, silakan buat yang ingin ikut baca bareng #bacaisme kali ini. Jika kegiatan ini ramai, mungkin bisa dilanjutkan ke tahap berikutnya seperti diskusi bersama atau bahkan kopdar bareng. Yuuk~~

***

Daftar Bacaan Agustus 2016

*

Setelah melewati bulan Juli tanpa satu pun postingan di blog ini, akhirnya gairah bercerita ini kembali juga. *kibas poni*

Di bulan Juli kemarin, meskipun saya tidak membuat blogpost terkait daftar bacaan dan review buku, kegiatan membaca tetap berjalan normal. Selain buku-buku baru, saya juga berlagak selow dengan mencoba membaca ulang buku favorit. Daftar bacaan saya untuk bulan Juli 2016 adalah Olenka (Budi Darma) untuk memenuhi kegiatan baca bareng #bacaisme bulan Juli dengan tema Sastra Balai Pustaka (tapi oleh bacaisme, baca bareng Juli digeser ke Agustus 2016), Cinta dan Kesialan-Kesialan (Lang Leav) untuk memenuhi #tantanganbacaGRI Juli dari @bacaituseru dengan tema buku puisi, dan Attachment (Rainbow Rowell).

Sedangkan untuk bacaan Agustus 2016, selamat datang:

414

1. Anna Karenina (Leo Tolstoi). Novel klasik berusia lebih dari seratus tahun, pas untuk menjawab #tantanganbacaGRI Agustus 2016 dari @bacaituseru. Yang saya punya adalah versi e-book, dan novel ini berjumlah halaman lebih dari 500. Semoga mata ini kuat, ya. :’)

2. Lho (Putu Wijaya). Baru ngeh kalau ini termasuk sastra terbitan Balai Pustaka. Pakai yang mana nih untuk baca bareng #bacaisme? Olenka yang sudah dibaca atau Lho? :p

3. Twivortiare 2 (Ika Natassa). Merasa gagal karena belum baca Twivortiare 2 (dan novel lain yang terbit kemudian) padahal saya termasuk yang menggemari karya-karya Ika Natassa. Semoga novel ini sama menghiburnya dengan novel Ika Natassa yang lain. Beno!! ❤

Mengenai baca ulang buku favorit, yang beruntung adalah Eleven Minutes (Paulo Coelho). Gara-gara membaca ulang, saya baru sadar bahwa tema BDSM sudah pernah saya baca jauh sebelum saya membaca Fifty Shades of Grey. Memang ya, membaca ulang membuat kita menyadari hal-hal yang dulu sempat terlewatkan. Favorit banget nih Eleven Minutes.

Btw, saya masih utang menyelesaikan Bumi Manusia (Pramoedya Ananta Toer)! :O Padahal teater Bunga Penutup Abad akan diselenggarakan di bulan ini. *brb*

*

Bagi yang belum tahu, sebelumprolog adalah blog saya yang secara khusus didedikasikan untuk membicarakan buku. Sedangkan blog utama saya adalah mandewi.com. Sila berkunjung. Ada catatan perjalanan saya ke Dataran Tinggi Dieng di sana. :)

***

Daftar Bacaan Juni 2016

*

Mei menyisakan banyak hal baik dan beberapa di antaranya adalah: (1)  perkenalan yang sangat berkesan antara saya dengan Korrie Layun Rampan melalui novelnya yang berjudul Api Awan Asap. Terima kasih kepada @_bacaisme yang mengambil tema baca bareng: buku-buku pemenang penghargaan KLA atau DKJ; (2) review Blogging: Have Fun and Get The Money yang memenangkan hadiah III di kontes review yang diselenggarakan oleh penulis (Carolina Ratri) dan penerbit (Stiletto Book); dan (3) artikel pertama di sebelumprolog sebagai praktik atas ilmu yang saya pelajari di #BloggingHaveFun.

Bagaimana dengan Juni 2016?

Pastinya akan ada satu artikel lagi dan sampai saat ini, artikel tersebut sudah punya judul dan 80% isi. Tinggal sedikit polesan dan siap terbit! Iya, melanjutkan pendapat pribadi mengenai isi blog yang agak monoton ini, saya memang berencana untuk mulai menulis hal-hal lain selain review buku. Sebagai awalan, satu tulisan per bulan rasanya cukup, ya. Semacam pemanasan. Hehe.

Daftar Bacaan Juni 2016

Sebelum menentukan daftar bacaan bulanan, saya selalu mengecek reading challenge di kelompok-kelompok (baca/tulis) yang saya ikuti. Syukurlah Goodreads Indonesia (@bacaituseru) sudah membuat daftar reading challenge untuk setahun penuh sehingga saya segera tahu buku apa yang sesuai untuk dimasukkan dalam daftar bacaan bulanan. Namun, ada beberapa kelompok yang mengumumkan reading challenge-nya tidak tepat di awal bulan. Untuk yang ini, saya berdoa saja semoga buku-buku yang saya pilih secara acak bisa sesuai dengan tema reading challenge yang mereka umumkan kemudian.

 

FullSizeRender (7)

Well, ini dia daftar bacaan saya untuk Juni 2016:
1. Di Tanah Lada – Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ini untuk memenuhi #TantanganBacaJuni dari Goodreads Indonesia yaitu buku terakhir yang ada di rak to-read Goodreads. Sejak awal buku ini terbit, sudah banyak teman saya yang setelah baca berkomentar ‘bagus’ dan ‘wajib baca’. Hmm. *penasaran*

2. Chronicle of a Death Foretold – Gabriel Garcia Marquez
Ini untuk menghindari merasa tersindir ketika ada yang bilang, “Buku-buku yang dibeli di BBW, apa kabar?” Iya, buku ini adalah satu dari sekian banyak buku yang saya beli di Big Bad Wolf Indonesia awal Mei 2016. Selain itu, saya baca Kenangan Perempuan Penghibur yang Melankolis dan saya suka (banget!), jadi mengapa tidak baca karya Gabriel Garcia Marquez yang lain?

3. Bumi Manusia – Pramoedya Ananta Toer
Lama banget tetralogi buru menghiasi rak buku saya, dan setiap akan mengambil Bumi Manusia untuk masuk daftar bacaan bulanan, saya selalu bilang dalam hati, “Rasanya belum siap baca Bumi Manusia.” lalu saya letakkan lagi buku itu di tempatnya. Bulan ini saya bulatkan tekad untuk baca ini, juga karena katanya akan ada pentas Bumi Manusia di bulan Agustus nanti. Wah!

4. Tell Me Your Wish – Kim Rang
Yup, sama seperti buku ketiga, membaca sebuah buku kadang perihal (menemukan) waktu yang tepat. Saya menolak menonton drama Korea karena melihat efeknya ke teman-teman saya; ketagihan. Bahaya kalau saya sampai ketagihan menonton, maka pelariannya adalah membaca novel Korea. Setelah lama berwacana, akhirnya kesempatan membaca novel Korea datang juga. Oh ya, di bulan Juni juga akan ada blogtour Tell Me Your Wish di sebelumprolog dan empat blog lain. Tunggu, ya!

*

Bagi yang belum tahu, sebelumprolog adalah blog saya yang secara khusus didedikasikan untuk membicarakan buku. Sedangkan blog utama saya adalah mandewi.com. Sila berkunjung.:)

***

Baca Bareng #Bacaisme Mei 2016

image

Baca bareng #bacaisme pertama kali di-publish tanggal 8 April 2016 di blog Mput. Event baca bareng perdana itu mengambil tema Eka Kurniawan. Jadi semua yang ikut baca bareng, disilakan membaca dan memberi kesannya mengenai buku-buku Eka Kurniawan yang jadi pilihannya untuk dibaca.

Nah, bulan Mei ini, #bacaisme sudah menentukan tema baca bareng, yaitu:

Buku-buku pemenang Khatulistiwa Literary Award (KLA, sekarang bernama Kusala Sastra Khatulistiwa) dan pemenang sayembara menulis novel Dewan Kesenian Jakarta (DKJ).

Daftar pemenang KLA/Kusala Sastra Katulistiwa bisa dilihat di sini, sedangkan daftar pemenang sayembara menulis novel DKJ bisa dilihat di sini.

Cukup banyak buku yang bisa dipilih jadi, yuk, segera tentukan pilihanmu. Oiya, berikut ini ada semacam panduan hore untuk yang ikutan baca bareng #bacaisme:

1. Tantangan baca ini berlangsung sejak tulisan ini di-publish s.d 05 Juni 2016.

2. Format buku bebas. Boleh buku cetak, e-book maupun audio book.

3. Kalau sudah tahu buku apa yang akan kamu baca, boleh juga sebutkan info buku tersebut di kolom komentar postingan ini atau langsung mention @_bacaisme.

4. Bagikan info mengenai event baca bareng ini supaya semakin banyak yang ikutan. Semakin rame, semakin seru!

5. Follow @_bacaisme dong untuk info terbaru mengenai tantangan baca ini. :))

6. Selama membaca buku tersebut, kamu boleh memberi ulasan-ulasan pendek di Twitter (bisa komentar atas desain sampulnya, pembukaan ceritanya, kutipan yang menarik, dll). Gunakan tagar #bacaisme supaya gampang dilacak.

7. Setelah membaca habis buku pilihanmu, silakan membuat ulasannya di blog (bisa WordPress, Blogspot, Tumblr, web pribadi, maupun catatan Facebook). Bagikan tautan ulasan kamu di Twitter, mention @_bacaisme dan gunakan tagar #bacaisme.

8. HADIAH? Tentu saja ada hadiahnya! Semua yang ikut baca bareng berkesempatan memenangkan paket buku di akhir periode. Nama akan diundi dan yang keluar sebagai pemenang boleh memilih dari daftar buku yang nanti akan disiapkan.

9. Info lainnya akan di-update via Twitter.

Nah, silakan buat yang ingin ikut baca bareng #bacaisme kali ini. Jika kegiatan ini ramai, mungkin bisa dilanjutkan ke tahap berikutnya seperti diskusi bersama atau bahkan kopdar bareng. Yuuk~~

***

Daftar Bacaan Mei 2016

1.
Yang paling menyenangkan dari akhir bulan April dan awal bulan Mei 2016 adalah pameran buku Big Bad Wolf (BBW) Indonesia yang diselenggarakan di ICE – BSD. Baru kali ini saya menyaksikan ribuan buku impor dijual dengan diskon hingga 70%! Surga banget bagi penimbun pembaca/pencinta buku. Ini terbukti dari ramainya venue acara yang saya saksikan sendiri hari Minggu (1/5) kemarin. Suasana di sana sangat ramai, bahkan di beberapa titik, saya sampai tidak bisa melangkah karena penuh dengan orang dan keranjang yang penuh buku. Antre untuk membayar di kasir pun cukup lama, sekitar 30 menit. Tapi secara keseluruhan saya puas. Banyak buku pemenang perhargaan juga buku karya pengarang favorit yang saya angkut ke meja kasir. Ini, nih, sebagian oleh-oleh dari BBW:

fullsizerender 5

fullsizerender-3 fullsizerender 3 fullsizerender 2 fullsizerender 4

2.
Gara-gara baca beberapa blog yang menurut saya keren, saya jadi merasa blog ini agak monoton. Isinya hampir hanya review buku. Rasanya ingin menambah isi blog dengan tulisan-tulisan lain selain review buku. Pas banget, ketika saya membaca Blogging: Have Fun and Get the Money karya Carolina Ratri, saya ‘diajari’ cara menemukan ide tulisan. Semoga bisa dipraktikkan di bulan Mei ini, utamanya karena tema POSBAR bulan Mei dari Blog Buku Indonesia (BBI) adalah #BBIHariBukuNasional dan tulisan harus berbentuk artikel. Lumayan, sudah pasti akan posting satu tulisan yang bukan review.

3.
Dari daftar bacaan bulan April 2016, saya banyak cheating. Rencana cuma baca tiga buku tetapi kenyataannya saya baca lima. Salah satunya karena tergoda membaca buku versi e-book yang saya beli dengan harga diskon karya penulis yang menurut teman saya bagus. Yup, saya baca Interlude karya Windry Ramadhina yang ternyata membuat saya ngefans dengan Windry. <3. Tapi dari sekian banyak yang saya baca di bulan April, Matilda adalah yang paling berkesan. Lima bintang nggak tanggung-tanggung.

Nah, untuk bulan Mei ini, saya berencana membaca tiga buku. Kalau bisa lebih, bagus. Tetapi semoga tidak kurang dari itu. Berikut ini daftar bacaan Mei 2016:

a. Sorgum Merah – Mo Yan. Buku ini saya ikutkan dalam rangka mengikuti #TantanganBacaGRI bulan Mei 2016. Tantangannya adalah buku berjumlah halaman 500. Sorgum Merah terdiri dari 537 halaman.

b. The Bell Jar – Sylvia Plath. Ini hasil dari kalap di BBW dan saya sudah lama penasaran dengan Sylvia Plath. Semoga sesuai selera saya.

c. Le Mannequin karya Mini GK. Saya kenal penulisnya, dan saya sudah punya buku ini sejak lama. Agak merasa bersalah karena tidak langsung membacanya ketika itu. Jadi, mari ‘bayar utang’. :))

fullsizerender 6

*

Bagi yang belum tahu, sebelumprolog adalah blog saya yang secara khusus didedikasikan untuk membicarakan buku. Sedangkan blog utama saya adalah mandewi.com. Sila berkunjung. 🙂

***